Code Red in The Netherlands

Rabu malam, tiba-tiba saya menerima pengumuman dari sekolah yang mengabarkan bahwa akan ada angin kencang di hari kamis tanggal 18 Januari 2018. Menurut  badan meteorologi dan geofisikanya belanda, KNMI, kecepatan angin akan berkisar antara 80-120 km/jam. Sehingga, orang-orang yang akan beraktifitas keesokan harinya diharapkan sudah siap dengan cuaca di pagi hari dan bisa berangkat lebih awal. Karena kemungkinan besar akan banyak transportasi umum yang terlambat atau batal. Sebagai mahasiswa yang sangat bergantung dengan transportasi umum, saya sedikit khawatir. Secara, minggu ini, saya punya banyak ulangan dan ujian akhir semester. Untuk mengantisipasi hal ini, akhirnya saya pun berencana untuk berangkat ke sekolah lebih pagi.

 

Keesokan harinya, ketika saya keluar dari rumah dan hendak berjalan menuju halte bis, saya pun disambut dengan angin kencang. Saya tuh gendut banget. Tapi saya berasa akan terbang. Kebayang kan, gimana kencangnya tuh angin. Untungnya saya sampai di sekolah dengan selamat. Meskipun jalan dari halte bis menuju kampus juga penuh perjuangan sekali.

Jam 10 pagi, KNMI mengabarkan bahwa Belanda kode merah. Artinya kecepatan angin sudah mencapai  110-130km/jam. Semua transportasi stop. Kereta, metro, dan tram berhenti total. Hanya bis yang masih beroperasi. Orang disarankan untuk tidak keluar rumah. Amsterdam bisa dibilang bahaya, karena kecepatan angin bisa menerbangkan genting-genting rumah. Kalau tiba-tiba ada berita, mati karena ketiban genteng dengan kecepatan 110 km/jam, kayaknya gak keren aja kan?

Saya pun terjebak di sekolah. Capek dengan 2 ujian dan lapar, saya tetap keukeuh pengen pulang ke rumah. Apa daya, tidak ada metro ke Amsterdam CS dan bus untuk pulang ke rumah pun masih 50 menit lagi. Akhirnya saya memutuskan naik bis ke Schipol dan dari sana saya naik bus jurusan Leidseplein, Amsterdam.  Sesampainya di Leidseplein, saya lupa kalau tram tidak jalan juga. Walhasil, saya jalan kaki menuju Amsterdam CS. Sepanjang perjalanan, sempat melihat satu toko yang kaca depannya pecah karena sepeda yang melayang. Serem banget gak sih?

Akhirnya saya pun sampai rumah 3 jam kemudian. Berasa banget perjuangannya. Nasib anak sekolah.

Hari ini saya mendengar berita bahwa kerugian yang dialami karena windstorm kali ini mencapai 90 juta euro. wew… banyak aja. Tapi kebanyakan diganti oleh asuransi. Kalau ini terjadi di Indonesia, kayaknya kuat-kuat batin aja. Soalnya gak akan ada yang ganti.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s