The land of Leopard

I know that the dutchie has an obsession, fixation and fascination to leopard print. I mean, you can find pretty much everything from flat shoes, sneakers, heels, boots, coats, scarf down to dress, skirts, leggings, and underwear. Thats a lot of leopard prints. But we should draw the line in term of wearing them in one go.

However, this didnt apply to this man. He just have to wear everything on one go. He covered himself with leopard prints from top to toe. Even the boy who saw him, was amazed. I too. But hey, whatever makes him happy, right?

Advertisements

Code Red in The Netherlands

Rabu malam, tiba-tiba saya menerima pengumuman dari sekolah yang mengabarkan bahwa akan ada angin kencang di hari kamis tanggal 18 Januari 2018. Menurut  badan meteorologi dan geofisikanya belanda, KNMI, kecepatan angin akan berkisar antara 80-120 km/jam. Sehingga, orang-orang yang akan beraktifitas keesokan harinya diharapkan sudah siap dengan cuaca di pagi hari dan bisa berangkat lebih awal. Karena kemungkinan besar akan banyak transportasi umum yang terlambat atau batal. Sebagai mahasiswa yang sangat bergantung dengan transportasi umum, saya sedikit khawatir. Secara, minggu ini, saya punya banyak ulangan dan ujian akhir semester. Untuk mengantisipasi hal ini, akhirnya saya pun berencana untuk berangkat ke sekolah lebih pagi.

 

Keesokan harinya, ketika saya keluar dari rumah dan hendak berjalan menuju halte bis, saya pun disambut dengan angin kencang. Saya tuh gendut banget. Tapi saya berasa akan terbang. Kebayang kan, gimana kencangnya tuh angin. Untungnya saya sampai di sekolah dengan selamat. Meskipun jalan dari halte bis menuju kampus juga penuh perjuangan sekali.

Jam 10 pagi, KNMI mengabarkan bahwa Belanda kode merah. Artinya kecepatan angin sudah mencapai  110-130km/jam. Semua transportasi stop. Kereta, metro, dan tram berhenti total. Hanya bis yang masih beroperasi. Orang disarankan untuk tidak keluar rumah. Amsterdam bisa dibilang bahaya, karena kecepatan angin bisa menerbangkan genting-genting rumah. Kalau tiba-tiba ada berita, mati karena ketiban genteng dengan kecepatan 110 km/jam, kayaknya gak keren aja kan?

Saya pun terjebak di sekolah. Capek dengan 2 ujian dan lapar, saya tetap keukeuh pengen pulang ke rumah. Apa daya, tidak ada metro ke Amsterdam CS dan bus untuk pulang ke rumah pun masih 50 menit lagi. Akhirnya saya memutuskan naik bis ke Schipol dan dari sana saya naik bus jurusan Leidseplein, Amsterdam.  Sesampainya di Leidseplein, saya lupa kalau tram tidak jalan juga. Walhasil, saya jalan kaki menuju Amsterdam CS. Sepanjang perjalanan, sempat melihat satu toko yang kaca depannya pecah karena sepeda yang melayang. Serem banget gak sih?

Akhirnya saya pun sampai rumah 3 jam kemudian. Berasa banget perjuangannya. Nasib anak sekolah.

Hari ini saya mendengar berita bahwa kerugian yang dialami karena windstorm kali ini mencapai 90 juta euro. wew… banyak aja. Tapi kebanyakan diganti oleh asuransi. Kalau ini terjadi di Indonesia, kayaknya kuat-kuat batin aja. Soalnya gak akan ada yang ganti.

Cheap traveler

Thalys train

I love traveling! Apalagi kalau bisa ngedapetin tiket murah. Rasanya gimana, gitu. Saya tuh bisa dibilang rajin banget deh sama yang namanya nyari tiket murah dan promosi. Pokoknya gak  mau rugi banget deh!

Minggu lalu sampai hari senin kemaren, Thalys, kereta cepatnya Perancis, tiba-tiba aja ada Flash Deal. Tiket hanya bisa dipesan dari tanggal 9-15 Januari 2018 untuk perjalanan dari tanggal 19 Januari-28 Febuari 2018. Harga tiket untuk Amsterdam – Paris dibanderol dengan harga €30 sekali jalan atau sekitar €60 pp. Sedangkan Amsterdam – Lille jadi €19 sekali jalan atau €38 pp. Begitu juga untuk Amsterdam – Brussel menjadi €25 sekali jalan.

Thalys deal

Untuk orang yang tinggal di eropa, ini sangat murah. Karena untuk mendapatkan tiket murah kereta Thalys, biasanya harus pesan dari jauh-jauh hari. Itupun kadang masih sering dapat yang mahal. Walhasil, saya langsung kasak-kusuk mencari waktu yang tepat untuk bisa jalan-jalan.

Sebagai mahasiswa fulltime yang harus ke sekolah 4 hari dalam seminggu dan masih kerja paruh waktu 2 hari per minggu, jadwal saya bisa dibilang padat merayap. Jadi kebutuhan untuk liburan kali ini tinggi banget. Apalagi minggu ini dan minggu depan sudah mulai sibuk dengan ujian akhir semester. Jadi, sepertinya liburan sangat dibutuhkan untuk menghilangkan stress sesudah ujian.

Setelah mencari-cari waktu yang tepat, akhirnya diputuskan untuk punya liburan kecil di akhir bulan ini. Saya sangat beruntung, karena masih mendapatkan tiket kereta murah untuk Amsterdam – Lille, Lille – Paris dan Paris – Amsterdam. Total biaya transport yang dikeluarkan untuk transportasi adalah €138 untuk 2 orang atau sekitar €69 per orang. Murah banget kan?

Jadi gak sabar untuk jalan-jalan pembuka tahun ini.